keimananseseorang bisa tebal dan bisa tipis ,bisa bertambah atau cara untuk meningkatkan keimanan kita kepada allah swt adalah dengan memahami nama namanya yang baik dan indah.kita sering mendengar nama nama indah itu dengan sebutan Al Asma'ul husna. Al Asma'ul husna adalah nama-nama Allah Swt. yang baik. SilabusPendidikan Agama Islam & Budi Pekerti SMP Kelas 7, 8 & 9 Kurikulum 2013 Revisi 2017 Diantara cobaan bagi umat Islam akhir zaman adalah dikaburkannya sosok-sosok teladan mereka. Figur yang mestinya mereka teladani dirusak im Qanaahsecara bahasa berarti cukup. Sedangkan secara istilah, Qanaah adalah suatu sifat rela menerima dan selalu merasa cukup dengan apa yang sudah diusahakan dan yang telah dikaruniakan Allah Swt. kepada kita sehingga mampu menjauhkan diri dari sifat tamak. Dalam kamus Al-Munawwir, qanaah berasal dari kata والقانع ,والقنوع Qonaahadalah salah satu sifat yang harus dimiliki oleh setiap umat muslim. Ini juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Orang yang bisa menerapkan ini dalam kehidupan sehari-hari, maka Allah pun akan selalu dekat dan senantiasa memberi pertolongan serta kebaikan baginya. gmNa. Khutbah Pertama الحَمْدُ للهِ الّذِي خَلَقَ الخَلْقَ لِعِبَادَتِهِ، وَأَمَرَهُمْ بِتَوْحِيْدِهِ وَطَاعَتِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَكْمَلُ الخَلْقِ عُبُودِيَّةً للهِ، وَأَعْظَمَهُمْ طَاعَةً لَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبهِ. اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًاMa’asyiral muslimin Sidang Jumat yang dimuliakan oleh AllahPada kesempatan kali ini, izinkan saya berwasiat, khususnya kepada pribadi saya sendiri agar kita senantiasa berupaya memperbaiki keimanan dan meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah dengan berusaha menjalankan perintah dan menghindari juga kita bersama-sama menunjukkan rasa cinta kepada baginda Nabi Muhammad dengan cara mengamalkan tuntunan-tuntunan serta keteladanan yang telah beliau Muslimin rahimakumullah..Allah Swt berfirman dalam al-An’am ayat 141,وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَYang artinya, “Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa bentuk dan warnanya dan tidak sama rasanya. Makanlah dari buahnya yang bermacam-macam itu bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya dengan disedekahkan kepada fakir miskin; dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”Prilaku berlebih-lebihan adalah manifestasi dari sifat tamak dan merasa terus-terusan kurang dalam menumpuk harta duniawi. Orang yang tamak biasanya ketika dikaruniai oleh Allah Swt kendaraan berupa sepeda motor misalnya, maka ia akan menginginkan mobil. Ketika ia telah mendapatkan mobil, maka ia pun akan menginginkan mobil terbaru yang lebih mewah lagi. Demikian seterusnya keinginannya menjadi liar, bagaikan ia telah meminum air laut, akan tetapi selalu dahaga akan dilakukannya demi memenuhi hasratnya. Tentu yang demikian itu dengan berbagai modus kebakhilan, dan terus-terusan bakhil. Hal itu dilakukan agar hartanya makin menumpuk, terlihat berlebih dan sukses di hadapan masyarakat, yang kemudian berharap mendapatkan disadari, prilaku di atas sering kali menjerumuskan manusia pada prilaku yang bertentangan dengan syariat Islam dan undang-undang Negara. Ketika manusia selalu merasa tidak puas dan kurang bersyukur, maka ia akan selalu cenderung seperti binatang buas yang kelaparan. Kemudian, tanpa hati nurani ia menghalalkan segala cara, menabrak etika susila dan berani mengkhianati aturan Negaranya, serta melakukan bentuk-bentuk kejahatan muslimin Sidang Jumat yang dimuliakan AllahSolusi bagi penyakit semacam ini adalah menerapkan perilaku hidup sederhana dengan asas qanaah dan syukur. Qanaah adalah rasa kecukupan pada dirinya dengan apa yang dikaruniakan Allah Swt kepadanya. Sedangkan Syukur adalah rasa ikhlas hati dalam berterimakasih kepada Allah Swt, serta mendayagunakan yang dikaruniakan-Nya sebagai perantara untuk beribadah hidup sederhana adalah hidup tidak berlebih-lebihan, tidak bersikap mempertontonkan kemewahan kepada orang lain. Hidup sederhana juga berarti senantiasa berlaku adil, yakni menempatkan sesuatu pada tempatnya, menggunakan harta yang dimiliki untuk kemaslahatan umat, dan senantiasa berzakat serta zaman sekarang kesederhanaan menjadi mahluk yang langka, khususnya di tengah-tengah perkotaan yang heterogen dan sangat materialistik. Bagi manusia kota yang materialistik, kesederhanaan identik dengan hidup susah, menderita, bodoh dan kampungan. Inilah anggapan yang keliru dan jauh dari apa yang diajarkan oleh Rasulullah sejarah, sebelum menjadi Nabi, Muhammad SAW adalah pemuda yang sukses dalam berniaga. Ketika menikahi Khadijah, Muhammad Saw memberikannya mahar duapuluh ekor unta dan 12 uqiyah emas. Jumlah yang sangat fantastik banyaknya bila dikonversi dengan uang pada masa itu ataupun pada masa sekarang. Setelah menikah, kekayaan Muhammad Saw makin bertambah karena kekayaan yang dimilikinya dikembangkan melalui perniagaan bersama dengan harta Khadijah. Kemudian, setelah diangkat sebagai Nabi dan Rasul oleh Allah Swt, Muhammad Saw menggunakan hartanya tersebut untuk berdakwah dan menyantuni fakir-miskin, yatim-piatu dan janda-janda korban oleh Imam At-Tirmidzi w. 279 H dalam kitab Sunannya, Rasulullah Saw bersabdaعَرَضَ عَلَيَّ رَبِّي لِيَجْعَلَ لِي بَطْحَاءَ مَكَّةَ ذَهَبًا، قُلْتُ لَا يَا رَبِّ وَلَكِنْ أَشْبَعُ يَوْمًا وَأَجُوعُ يَوْمًا – أَوْ قَالَ ثَلَاثًا أَوْ نَحْوَ هَذَا – فَإِذَا جُعْتُ تَضَرَّعْتُ إِلَيْكَ وَذَكَرْتُكَ، وَإِذَا شَبِعْتُ شَكَرْتُكَ وَحَمِدْتُكArtinyaTuhanku telah menawarkan kepadaku untuk mengubah gunung Batha’ di Makkah menjadi emas. Aku berkata Tidak, wahai Tuhanku. Akantetapi aku lebih suka sehari kenyang, dan lapar pada hari berikutnya. Nabi Saw mengucapkan ini tiga kali atau ungkapan semacamnya. Sebab, apabila aku lapar, maka aku bersimpuh kepada-Mu dan mengingat-Mu, dan apabila aku kenyang, maka aku bersyukur kepada-Mu lalu potensi memiliki kuasa dan harta yang berlimpah, Rasulullah Saw memilih untuk berprilaku hidup sederhana. Hidup sederhana adalah pilihan, bukan kepasrahaan karena memang itu nasibnya. Untuk memilih pola hidup sederhana di tengah potensi-potensi kekayaan, seseorang membutuhkan kesucian jiwa, keluasan pola fikir tentang duniawi dan rasa empati yang berlebih terhadap sesama. Inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw agar ditauladani oleh muslimin Sidang Jumat yang dimuliakan oleh AllahDalam sebuah riwayat yang diceritakan oleh Imam Bukhari w. 256 H dalam kitab Shahihnya, yang maknanya Suatu ketika tersiar kabar bahwa Nabi Saw telah menceraikan istri-istrinya. Mendengar kabar tersebut, Umar bergegas menemui putrinya Hafshah yang merupakan salah satu dari istri Nabi Saw. Umar mendapati putrinya tersebut sedang menangis di dalam kamarnya. Lalu, Umar bertanya; mengapa kamu menangis? Bukankah selama ini aku selalu mewanti-wantimu agar jangan melakukan sesuatu yang dapat menyinggung perasaan Nabi Saw? Apakah Nabi Saw telah menceraikanmu? Hafshah menjawab; saya tidak tahu, Nabi Saw hanya memisahkan diri saja saat Umar keluar dan menuju Masjid, terlihat olehnya beberapa sahabat sedang menangis dekat mimbar. Lalu, Umar duduk bersama para sahabat beberapa saat, kemudian berjalan ke arah kamar Nabi Saw. Ketika Umar masuk, ia menjumpai Nabi Saw berbaring di atas sehelai tikar yang terbuat dari pelepah kurma, tidak ada seprai yang menyelimutinya, sehingga di badan Nabi Saw yang putih bersih itu terlihat jelas bekas-bekas pelepah kurma itu. Di tempat kepala Nabi Saw ada sebuah bantal yang dibuat dari kulit binatang yang dilapisi oleh daun dan kulit pohon bercerita, “aku mengucapkan salam kepada beliau, lalu bertanya; “apakah engkau telah menceraikan istri-istrimu? Nabi Saw menjawab; “Tidak.” Aku merasa lega. Sambil bercanda aku mengatakan, “Ya Rasulallah, kita adalah kaum quraisy yang selamanya telah menguasai wanita-wanita kita. Tetapi setelah kita hijrah ke Madinah, keadaannya sungguh berbeda dengan orang Anshar, mereka dikuasai wanita-wanita mereka, sehingga wanita kita terpengaruh dengan kebiasaan mereka.” Rasulullah menanggapi perkataanku dengan senyuman aku memperhatikan keadaan kamar Nabi Saw, terlihat tiga lembar kulit binatang yang telah disamak dan sedikit gandum di sudut kamar itu. Selain itu tidak terdapat apapun. Akupun menangis melihat kondisi itu. Rasulullah bertanya, mengapa engkau menangis? Aku menjawab, bagaimana aku tidak menangis yaa Rasulallah. Aku sedang melihat bekas tanda tikar yang engkau tiduri di badan engkau yang mulia, dan aku prihatin melihat keadaan kamar ini. Ya Rasulallah berdoalah semoga Allah mengkaruniakan kepada engkau bekal duniawi yang lebih banyak. Orang-orang Persia dan Ramawi yang tidak beragama dan tidak menyembah Allah, tetapi raja mereka hidup mewah. Mereka hidup di taman yang ditengahnya mengalir sungai, sedangkan engkau adalah utusan Allah, tetapi engkau hidup dalam keadaan miskin.”Ketika aku berkata demikian, Rasulullah sedang bersandar di bantalnya, beliau bangun lalu berkata, “Wahai Umar, sepertinya engkau masih ragu mengenai hal ini. Dengarlah, kenikmatan di akhirat nanti akan jauh lebih baik daripada kesenangan hidup dan kemewahan dunia ini. Jika orang-orang kafir dapat hidup mewah di dunia ini, kita pun memperoleh segalanya itu di akhirat nanti. Di sana kita akan mendapatkan segala-galanya.” Mendengar jawaban Nabi Saw tersebut, akupun menyesal, lalu berkata ya Rasulallah mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk aku. Aku telah keliru dalam hal muslimin Sidang Jumat yang dimuliakan oleh AllahDengan demikian, pola hidup sederhana adalah ajaran Nabi Saw yang merupakan pengejawantahan rasa qanaah dan syukur. Ini adalah solusi bagi penyakit tamak, berlebih-lebihan dan kebakhilan. Dengan kesederhanaan, hidup di dunia makin bermakna dan terberkahi. Sebab, hidup di dunia hanyalah sementara, amal shaleh terhadap sesama dan kebhaktian kepada Allah Swt adalah kekal dan selalu menemani اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ العَظِيْمِ، وَجَعَلَنِي وَإِيَّاكُمْ بِماَ فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ التَّوَّابُ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمِ. أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشيطن الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، وَالْعَصْرِ، إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ، إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَKhutbah keduaاَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَاَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْANKhutbah ini diolah dari artikel di Majalah Nabawi edisi 108. Ilustrasi Al-Bashir. Foto pixabayAllah SWT memiliki nama-nama baik yang disebut asmaul husna. Asmaul husna adalah 99 nama baik Allah yang terdapat dalam Alquran. Nama-nama baik ini mencerminkan sifat dan kebesaran Allah sebagai Tuhan semesta alam. Setiap Muslim hendaknya senantiasa berdzikir menyebut nama Allah. Anjuran ini disebutkan Allah SWT dalam Surat Al-Araf ayat 180 وَلِلّٰهِ الۡاَسۡمَآءُ الۡحُسۡنٰى فَادۡعُوۡهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِيۡنَ يُلۡحِدُوۡنَ فِىۡۤ اَسۡمَآٮِٕهٖ ؕ سَيُجۡزَوۡنَ مَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ‏"Dan Allah memiliki Asma'ul-Husna nama-nama yang terbaik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan."Salah satu nama baik Allah yang wajib diimani oleh setiap Muslim adalah Al-Bashir الْبَصِيرُ. Apa arti Al-Bashir? Dan bagaimana cara seorang Muslim untuk meneladaninya?Ilustrasi Al-Bashir. Foto pixabayMakna Al-Bashir Al-Bashir artinya Maha Melihat, artinya Allah SWT mampu melihat segalanya dan tidak ada satu makhluk pun yang luput dari penglihatan-Nya. Ini dijelaskan dalam Surat As-Syura ayat 11لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat."Makna Al-Bashir bisa diartikan secara luas, yaitu Allah memiliki penglihatan dan Dia lah satu-satunya zat yang Maha Melihat. Segala sesuatu yang ada di muka bumi dapat dilihat oleh Allah SWT tanpa terkecuali. Allah bisa melihat mikroba yang ukurannya sangat kecil, melihat peredaran darah manusia, dan segala sesuatu yang mustahil tampak dalam penglihatan manusia. Allah juga bisa melihat dan mengetahui watak manusia, perbuatan manusia, serta isi hati manusia. Semuanya diketahui oleh Allah sehingga tidak ada lagi tempat bagi manusia untuk bersembunyi dari pandangan-Nya. Meneladani Sifat Al-Bashir Dalam Kehidupan Sehari-hariSebagai seorang Mukmin, hendaknya senantiasa meneladani sifat-sifat Allah dalam kehidupan sehari-harinya. Untuk meneladani sifat Al-Bashir, seorang Muslim bisaMelihat tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT di lingkungan sekitar. Kemudian ia jadikan tanda-tanda tersebut sebagai bahan renungan supaya ketaatan dan keimanan semakin indera penglihatannya untuk beribadah dan melihat hal yang baik-baik saja. Memanfaatkan indera penglihatannya untuk melihat kondisi orang-orang yang membutuhkan bantuannya. Menggunakan indera penglihatannya untuk mengerjakan hal bermanfaat seperti belajar dan bekerja.

bersikap qanaah adalah salah satu cara untuk meneladani asma allah